Tanam Kepedulian, KLIRR Serahkan Bibit Jeruk Purut di Pertemuan Paguyuban Disabilitas Lumajang
- Jul 20, 2026
- Yayak Ari Kurniawan
KIM KEPUHARJO – Aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat tali silaturahmi kembali ditunjukkan oleh Komunitas Lumajang Ijo Royo-Royo (KLIRR). Pada hari Minggu (19/7/2026), komunitas peduli lingkungan ini menyerahkan bantuan bibit pohon jeruk purut dalam momen pertemuan rutin Paguyuban Disabilitas Lumajang.
Acara yang berlangsung gayeng dan penuh kehangatan tersebut digelar di kediaman Bapak Agus Khasan, selaku tuan rumah pertemuan yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lumajang.
Penyerahan bibit jeruk purut ini dilakukan secara simbolis oleh perwakilan KLIRR, yakni Saudara Saiful dan Jadi Warsito, langsung kepada Bapak Agus Khasan.
Sinergi Lingkungan dan Kemanusiaan
Perwakilan KLIRR, Saiful, mengungkapkan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas penghijauan, melainkan bentuk dukungan moral dan sinergi antarkomunitas di Lumajang.
Kami ingin semangat 'Ijo Royo-Royo' ini tumbuh di segala lini masyarakat, termasuk bersama saudara-saudara kita di Paguyuban Disabilitas. Jeruk purut sengaja dipilih karena selain mudah dirawat, daun dan buahnya memiliki nilai manfaat yang tinggi untuk kebutuhan dapur maupun kesehatan sehari-hari," ujar Saiful di sela-sela acara.
Sementara itu, Hadi Warsito menambahkan bahwa kehadiran KLIRR di tengah-tengah kelompok disabilitas ini diharapkan dapat memicu gerakan inklusif dalam menjaga ekosistem hijau di Bumi Semeru.
Apresiasi dan Harapan
Bapak Agus Khasan selaku tuan rumah sekaligus perwakilan dari Paguyuban Disabilitas Lumajang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh KLIRR. Menurutnya, bibit tanaman ini menjadi simbol pertumbuhan dan harapan baru bagi anggota paguyuban.
Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan buah tangan berupa bibit jeruk purut ini. Ini bukan sekadar tanaman, tapi bentuk kepedulian yang nyata. Sinergi seperti inilah yang kami butuhkan agar teman-teman disabilitas selalu merasa dirangkul dan dilibatkan dalam kegiatan positif," tutur Agus.
Pertemuan yang dihadiri oleh puluhan anggota paguyuban tersebut diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama. Bibit jeruk purut yang diserahkan rencananya akan ditanam di pekarangan rumah sebagai langkah awal gerakan "Satu Rumah Satu Pohon Produktif" di lingkungan anggota paguyuban.
Melalui kolaborasi manis ini, KLIRR dan Paguyuban Disabilitas Lumajang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk bersama-sama menanam kebaikan bagi bumi dan sesama. (YAK)