Semangat Inklusi : Paguyuban Disabilitas Lumajang Matangkan Persiapan HUT RI ke 81 dan Dorong Kemandirian Ekonomi

  • Jul 20, 2026
  • Yayak Ari Kurniawan

KIM KEPUHARJO – Ruang tamu kediaman Bapak Agus di wilayah RW 02, Kelurahan Kepuharjo, mendadak riuh dan hangat pada Ahad pagi (19/7). Sebanyak 55 penyandang disabilitas yang datang dari berbagai pelosok kecamatan di Kabupaten Lumajang berkumpul dalam agenda pertemuan rutin berkala. Pertemuan kali ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga momentum penguatan ekonomi kreatif dan perayaan nasionalisme.

Acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB ini turut dihadiri oleh Ketua Paguyuban Disabilitas Kabupaten Lumajang beserta jajaran anggotanya. Hadir pula perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hadir juga dari dinas sosial p3a Kabupaten Lumajang ( staf bidang resos)serta staf Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kepuharjo, yang memberikan dukungan moril dan sinergi lintas sektoral bagi komunitas ini.

 

Nyalakan Jiwa Nasionalisme Menuju HUT RI

Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah pembahasan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Menolak absen dalam perayaan hari bersejarah tersebut, forum sepakat untuk bergerak secara swadaya.

Dari hasil diskusi mufakat, seluruh anggota yang hadir menyetujui iuran sukarela sebesar Rp10.000 per orang. Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan penuh untuk menyusun rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 yang inklusif, meriah, dan ramah disabilitas.

 

Mengintip Geliat UMKM: Mandiri Lewat Produk Rumahan

Pertemuan rutin ini juga bertransformasi menjadi pasar kreatif lokal. Di sudut-sudut ruangan, tampak jajaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mandiri hasil karya para anggota paguyuban.

Mulai dari camilan tradisional seperti kacang goreng, rempeyek renyah, hingga kerupuk siap santap dipamerkan dan dipasarkan selama acara berlangsung. Kehadiran produk-produk ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk tetap berdaya secara ekonomi dan produktif di tengah masyarakat.

Melalui pertemuan ini, Paguyuban Disabilitas Kabupaten Lumajang kembali menegaskan posisinya: mereka bukan objek yang hanya menerima bantuan, melainkan subjek aktif yang siap berkontribusi bagi daerah, mandiri secara ekonomi, dan memiliki nasionalisme yang tinggi. (YAK)