Kisah Yayak Ari Kurniawan : 82 Kali Donor Darah, Menebar Manfaat Dari Ruang Kelas Hingga Penghargaan Gubernur

  • Jun 14, 2026
  • Yayak Ari Kurniawan

KIM LUMAJANG — Bagi sebagian orang, jarum suntik mungkin menjadi hal yang dihindari. Namun bagi Yayak Ari Kurniawan (37), jarum suntik dan kantong darah telah menjadi bagian dari gaya hidup dan media terbaiknya untuk berbagi kehidupan. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, pria kelahiran 4 Mei 1989 tersebut tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak 82 kali. Sebuah angka fantastis yang menggambarkan konsistensi luar biasa dalam misi kemanusiaan.

Berawal dari Bangku SMK

Perjalanan kemanusiaan ini tidak tumbuh dalam semalam. Yayak mengenang kembali masa-masa indahnya di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun 2006 silam. Di sanalah, tepat 20 tahun yang lalu, ia pertama kali memberanikan diri menyumbangkan darahnya.

"Awalnya saat masih SMK tahun 2006. Alasan saya sederhana, ingin bisa bermanfaat dan membantu sesama yang sedang membutuhkan," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini.

Sejak langkah pertama itu, donor darah bukan lagi sekadar aktivitas sosial musiman bagi Yayak, melainkan sebuah rutinitas wajib. Menariknya, meski sudah puluhan kali darahnya diambil, Yayak mengaku tidak pernah merasakan efek samping yang negatif. "Rasanya normal saja, tidak ada keluhan apa pun setelah donor," imbuhnya sambil tersenyum.

Konsistensi yang Berbuah Penghargaan Tertinggi Daerah

Dedikasi tanpa pamrih yang konsisten ini akhirnya membuahkan apresiasi tinggi dari pemerintah. Pada September 2025 lalu, Yayak resmi menerima Penghargaan Pendonor Darah dari Gubernur Jawa Timur.

Bagi bapak dua anak ini, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kebanggaan di atas kertas, melainkan suntikan motivasi untuk terus berbuat baik.

"Alhamdulillah, rasanya sangat bangga. Penghargaan ini membuat saya merasa bisa semakin bermanfaat bagi banyak orang," ungkapnya penuh syukur.

Selama dua dekade menjadi pendonor aktif, Yayak juga terbilang beruntung. Di saat beberapa pendonor kadang harus ditolak karena kondisi hemoglobin (Hb) atau tekanan darah yang tidak stabil, Yayak mengaku selalu lolos seleksi medis di Palang Merah Indonesia (PMI). "Alhamdulillah, selama ini tidak pernah ada kendala atau penolakan," jelasnya.

Menanamkan "Benih" Kemanusiaan pada Keluarga

Langkah mulia Yayak ini mendapat dukungan penuh dari keluarga, teman, hingga lingkungan sekitarnya. Kehadiran Yayak di lingkungan sosialnya menjadi bukti nyata bahwa donor darah adalah kegiatan positif yang aman dan menyehatkan.

Meski saat ini belum ada anggota keluarga inti yang mengikuti jejaknya secara aktif, Yayak punya cara tersendiri untuk menyiapkan generasi penerus. Ia kerap mengajak anak-anaknya saat hendak melakukan donor darah di PMI.

"Keluarga memang belum ada yang mengikuti jejak saya. Tapi anak-anak sering saya ajak langsung saat waktu donor. Tujuannya agar mereka melihat sendiri, sehingga bisa menjadi referensi dan contoh yang baik untuk mereka ikut donor darah saat dewasa nanti," kata Yayak.

Kiat Bugar dan Pesan untuk Masyarakat

Sebagai seorang wiraswasta dengan mobilitas yang dinamis, Yayak membagikan rahasia sederhananya agar tubuhnya selalu siap dan lolos skrining donor darah. Kuncinya ada pada gaya hidup sehat yang disiplin.

Perbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh.

Olahraga secara teratur demi menjaga kebugaran jantung dan sirkulasi darah.

Istirahat yang cukup, terutama pada malam sebelum melakukan donor.

Di akhir sesi wawancara, Yayak menyelipkan sebuah pesan mendalam sekaligus motto hidup yang ia pegang teguh kepada masyarakat luas yang masih ragu untuk mendonorkan darah.

"Donor darah Anda akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan untuk kesehatan pribadi kita pun bisa menjadi lebih sehat pasca-donor. Ayo donor darah!" pungkasnya penuh semangat.

 

Profil Singkat:

Nama Lengkap: Yayak Ari Kurniawan

Pekerjaan: Wiraswasta

Jumlah Anak: 2 Anak

Total Donor: 82 Kali (Per Juni 2026)

Penghargaan: Pendonor Darah dari Gubernur Jawa Timur (September 2025)